Tuesday, July 11, 2017

Wah Bahaya jika ini terjadi pada indonesia ,Negara Asing Siap menyerbu

Wah Bahaya jika ini terjadi pada indonesia ,Negara Asing Siap menyerbu




Jakarta yang tak lagi punya proporsi ruang hijau dan biru melebihi bangunan dan jalanan, Senin (9/1/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com - Semua indikator ekonomi Indonesia saat ini diklaim dalam kondisi yang bagus. Imbasnya, negara-negara asing mengincar untuk menanamkan investasinya di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa negara-negara asing berlomba-lomba menanamkan modalnya di Indonesia. Jepang misalnya, sangat ngotot ingin berinvestasi ke Indonesia.
"Enggak ada satupun indikator ekonomi kita yang tidak bagus, investment grade oke, tingkat keamanan investasi di sini aman, suku bunga turun, kita dari 11 persen jadi 9 persen. Orang lihat banyak yang mau datang. Jepang pun ngotot mau datang," kata Luhut di komplek parlemen DPR RI, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Bahkan, kata Luhut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun sempat kepincut untuk memperbanyak investasi negeri "Paman Sam" itu di Indonesia, seperti halnya yang telah dilakukan China.

"Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Trump sangat bagus, dipancing sama Presiden Jokowi bahwa China banyak yang sudah datang. Kalian (AS) bagaimana? Trump pun langsung memerintahkan menterinya kenapa Amerika juga tidak investasi," ungkap Luhut.

Luhut juga mengungkapkan, investasi China di Indonesia misalnya yang sudah berjalan, seperti produksi nikel ore sampai stainless steel di Morowali, Sulawesi. Nilai investasi tersebut hampir 10 miliar dollar AS dan akan menyerap 30.000 tenaga kerja.

"Negara pertama di dunia yang produksi sebesar ini. Ada 30.000 pekerjanya, orang asing nanti mungkin ratusan atau berapa ribu," kata dia.
Gokil !!!! Pihak Istana Negara Membeberkan Biaya Perjalanan Keluarga Pribadi Jokowi

Gokil !!!! Pihak Istana Negara Membeberkan Biaya Perjalanan Keluarga Pribadi Jokowi

Mantan presiden AS Barack Obama (dua kanan) usai disambut Presiden Joko Widodo (dua kiri), Ibu Negara Iriana Widodo (kiri), dan putra Jokowi, Kaesang Pangarep, saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/6/2017). Kunjungan itu digelar di sela kedatangan Obama ke Jakarta setelah sebelumnya menyambangi Bali dan Yogyakarta dalam rangka liburannya bersama keluarga di Indonesia.

Mantan presiden AS Barack Obama (dua kanan) usai disambut Presiden Joko Widodo (dua kiri), Ibu Negara Iriana Widodo (kiri), dan putra Jokowi, Kaesang Pangarep, saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/6/2017). Kunjungan itu digelar di sela kedatangan Obama ke Jakarta setelah sebelumnya menyambangi Bali dan Yogyakarta dalam rangka liburannya bersama keluarga di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Istana Kepresidenan menegaskan bahwa biaya perjalanan keluarga Presiden Joko Widodo ke Turki dan Jerman tidak menggunakan anggaran negara. Seluruh biaya ditanggung oleh Jokowi sendiri.
Hal ini disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/7/2017).
"Sebelum melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada Senin, 3 Juli 2017, di Istana Merdeka," kata Bey.
"Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman sejak 5 sampai 9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden," ujar dia menambahkan.
Jokowi memboyong seluruh keluarga besarnya ikut kunjungan kerja ke Turki dan Jerman. Tak hanya Ibu Negara Iriana, Jokowi juga membawa ketiga anaknya, yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
Istri Gibran, Selvi Ananda, juga ikut dalam rombongan, bersama dengan putra mereka, Jan Ethes, yang baru berusia satu tahun empat bulan.
"Perlu diketahui bahwa anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sehingga keberadaan anggota keluarga Presiden Jokowi tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden," kata Bey.
Bey tidak menjawab pertanyaan kompas.com terkait dengan kegiatankeluarga Jokowi selama di Turki dan Jerman.
Sebelumnya, keikutsertaan keluarga besar Jokowi selama di Turki mendapat kritikan. Deputi Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi menilai, Jokowi tidak memberikan teladan kesederhanaan.
Jokowi dan rombongan keluarga besar berangkat ke Turki dengan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Rabu (5/7/2017), pukul 07.20 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.
Jokowi ke Turki untuk membalas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang berkunjung ke Indonesia pada 2015 lalu. Jokowi juga bertemu dengan para pengusaha dan WNI di sana.
Dari Turki, Jokowi dan rombongan langsung terbang ke Jerman dan tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Helmut-Schmidt Hamburg, Kamis (6/7/2017) malam waktu setempat.
Di Jerman, Jokowi mengikuti pertemuan negara-negara G-20. Selain keluarga, para pejabat terkait juga ikut dalam rombongan. Di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong.
Ada pula Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Ari Setiawan.
Presiden Jokowi Boyong Keluarga saat Lawatan ke Luar Negeri

Thursday, June 29, 2017

Ibunya Tajir Melintir, Anak Soimah ini Tak Malu Berjualan Baju di Pasar Malam

Ibunya Tajir Melintir, Anak Soimah ini Tak Malu Berjualan Baju di Pasar Malam

Ibunya Tajir Melintir, Anak Soimah ini Tak Malu Berjualan Baju di Pasar Malam

TRIBUNJABAR.CO.ID - Penyanyi cantik yang satu ini memang dikenal akan kesederhanaannya.
Jika di layar kaca dirinya tampil glamor, tapi siapa sangka ketika rumah penyanyi ini tampil sederhana.
Ya, siapa lagi jika bukan Soimah Pancawati.
Soimah dikenal sebagai penyanyi yang serba bisa.
Selain kepiawaiannya saat berdendang, Soimah juga merupakan artis yang kocak dan tak risih tampil apa adanya.
Soimah Pancawati
Darah seni nampaknya sudah mengalir di perempuan kelahiran Pati 29 September 1980 ini.
Selepas lulus SMP, Soimah melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah karawitan Indonesia.
Suaranya yang bagus, membuatnya berhasil menyabet berbagai ajang kejuaraan menyanyi.
Kesenian tradisional Jawa sudah tidak bisa dilepaskan lagi pada diri Soimah.
Dirinya kerap menjadi sinden dan melantunkan lagu-lagu Jawa.
Seiring perjalanan Kariernya, Soimah banyak mendapatkan tawaran pekerjaan dari berbagai stasiun televisi.
Mulai dari jadi juri hingga mengisi acara sendiri bertajuk Show Imah.
Untuk kehidupan rumah tangganya sendiri, Soimah dan suami, Herwan Prandoko, hampir tak pernah diterpa kabar miring.
Soimah menikah dengan Herwan pada tahun 27 Desember 2002.
Dari pernikahannya tersebut, Soimah dikaruniai dua orang buah hati.
Mereka adalah Aksa Uyun Dananjaya dan Diksa Naja Naekonang.
Ibarat kata buah tidak jauh dari pohonnya, anak-anak Soimah mewarisi kesederhanaan orangtuanya.
Belakangan ini yang menjadi sorotan adalah sang putra pertama.
akssauy
Meski orangtuanya bergelimang harta, Aksa Uyun Dananjaya tidak malu harus berjualan baju di pasar malam.
Hal tersebut diketahui dari unggahan video Soimah beberapa waktu yang lalu.
"Ndelok anak lanang dodolan neng pasar malam (Lihat anak laki-laki jualan di pasar malam)," tulis Soimah pada caption unggahannya, Jumat (23/6/2017).
Terlihat Aksan memakai kupluk sedang berada di depan sebuah lapak jualan.
Terdengar juga suara Soimah yang berteriak memanggil para pelanggan agar membeli dagangan anaknya tersebut.
Dari ucapan Soimah diketahui bahwa Aksa sedang berjualan bersama teman-temannya.
Unggahan Soimah tersebut lantas membuat takjub para netizen.
Mereka memuji sosok Aksa yang tidak berpangku tangan pada orangtuanya.
Netizen juga memuji sosok Soimah yang telah membibing putranya bersikap sederhana.


Wednesday, June 7, 2017

Asyiknya Jokowi Nge-Vlog, Tunjukkan Mulusnya Jalan Baru di Kalbar

Asyiknya Jokowi Nge-Vlog, Tunjukkan Mulusnya Jalan Baru di Kalbar


Presiden Joko Widodo ketika membuat Vlog tentang pembangunan jalan jalur Putussibau ke Nanga Badau, Kalbar. (Akun Facebook Presiden Joko Widodo)


Presiden Joko Widodo kembali mengunggah video blog alias Vlog yang dibuatnya ketika blusukan di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Kali ini, Jokowi memamerkan mulusnya jalanan di jalur Putussibau-Nanga Badau, Kalbar.

Dalam akun Facebooknya, Jokowi menjelaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja siang dan malam untuk membuka jalan baru, menyambungkan jalan yang belum tersambung, memuluskan jalan yang belum mulus.

"Mereka dibantu para prajurit zeni TNI Angkatan Darat," kata Presiden.

Dalam video yang diunggah pada Rabu (7/6/2017), Jokowi menyempatkan untuk berbicara di tengah perjalanan.

Menurut Jokowi, selama 2,5 tahun terakhir, di Kalimantan dibangun 1900 KM jalan baru.


"Jalan diperbatasan yang kita harapkan dapat menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru," kata Jokowi.

Khusus jalur Putussibau ke Nanga Badau sepanjang 170 KM, masih ada 27 KM diantaranya yang masih berupa tanah yang dikeraskan.

Jokowi kemudian meminta Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono berbicara di depan kamera. Berdiri di samping Basuki, Jokowi memegangi alat perekam.
"Ini selesai kapan, Pak Menteri, yang belum teraspal?" tanya Presiden.

"Jadi ini selesai akhir 2017 atau paling lambat awal 2018," jawab Basuki.
"Iya, makasih, Pak Menteri," timpal Jokowi.

Thursday, June 1, 2017

Wah Gawat Narkoba Ini dapat MENJADIKAN ZOMBIE bagi yang mengkonsumsinya , Awas Hati-Hati Di sekitar kita ,Kabarnya SUDAH BEREDAR di Indonesia !!!

Wah Gawat Narkoba Ini dapat MENJADIKAN ZOMBIE bagi yang mengkonsumsinya , Awas Hati-Hati Di sekitar kita ,Kabarnya SUDAH BEREDAR di Indonesia !!!

Flakka, Narkoba Jenis Baru yang Buat Manusia Seperti Kesurupan

Video yang menunjukkan efek dari seseorang mengonsumsi narkoba bernama flakka menjadi viral. Dalam video itu, tampak orang yang mengonsumsi flakka  berperilaku tidak terkendali layaknya zombie.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, mengaku masih mendalami narkoba jenis flakka masuk ke Indonesia. Dia mencurigai barang haram ini sudah beredar di Indonesia.

"Ada beberapa yang kami curigai itu. Sekarang kami lakukan penelitian," ucap pria yang akrab disapa Buwas itu di Jakarta, Senin (29/5/2017).
Menurut dia, kecurigaan ini mendasar. Meski demikian, Buwas enggan berspekulasi terlebih dahulu sebelum memutuskan narkoba jenis baru itu memang sudah ada di Indonesia.

"Itu sedang dalam penelitian kita ya. Ini kan baru pendapat-pendapat. Baru kami lakukan penelitian dengan Labfor Porli, BNN, BP POM, UI, dan ITB juga," kata Budi Waseso.

Seminggu ini, sejumlah akun di Instagram mengunggah sebuah video para pemakai flakka. Narkoba jenis baru ini dapat membuat pencandunya memberi respons agresif. Mereka bisa meronta, menjerit, marah, bahkan ada pula yang tanpa sadar melukai diri sendiri.

Flakka bukan kasus baru. Masyarakat dunia pertama kali dibuat heboh pada pertengahan September 2016. Kala itu, seorang pria di Florida Selatan ditangkap pihak kepolisian setelah merusak pintu penahan badai.

Sang pria tak menyadari telah melakukan tindakan tersebut. Setelah diselidiki, pelaku menceritakan bahwa dia berada di bawah pengaruh flakka.

BNN menyampaikan, flakka telah berjangkit di Amerika Serikat dan Eropa beberapa tahun lalu. Guna mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan, BNN dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengkaji narkotika sintetis jenis baru tersebut pada 2016.

Selain itu untuk mencegahnya flakka juga telah diatur dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 dengan nama kimia Alfa PVP.
Setelah Lebaran Para Pencari Kebenaran Akan Menggelar JIHAD KONSTITUSIONAL, MENUNTUT JOKOWI MUNDUR , Bagaimana Pendapat Anda ?

Setelah Lebaran Para Pencari Kebenaran Akan Menggelar JIHAD KONSTITUSIONAL, MENUNTUT JOKOWI MUNDUR , Bagaimana Pendapat Anda ?

Setelah Lebaran, Pendukung Rizieq Shihab Gelar Jihad Konstitusional, Tuntut Jokowi Mundur!
Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo

"Tarik mandat," pekik para pria yang berkumpul di aula yang tidak terlalu besar tersebut.
Meski berdedak-desakan namun beberapa eksponen alumni 212 ini tetap memaksakan diri berkumpul di Masjid Baiturahman, Jln Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/2017).
Mereka siap untuk turun gunung lagi untuk memperjuangkan nasib pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus percakapan berunsur pornografi antara dirinya dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein.
Mereka mengatakan bahwa kelompoknya telah memperingatkan pemerintah untuk tidak membuat gaduh terhadap para umat Islam selama ramadhan.
"Pekan lalu kami sudah sampaikan surat terbuka pada kapolri, presiden, bagaimana ramadhan ini kita mengisi dengan saling tenggang rasa, hormat menghormati," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, dalam konferensi pers di Masjid Baiturahman, Saharjo, Rabu (31/5/2016).
Menurut mereka, pemerintah tidak memberikan tanggapan yang sesuai dengan keinginan mereka yakni dengan menersangkakan Rizieq Shihab.
Selain kasus Rizieq Shihab, para alumni gerakan 212 juga menyoroti kasus yang menjerat tokoh Islam lainnya diantaranya kasus Munarman, Bahtiar Nasir, Muhammad Al Khaththath dan pembubaran HTI.
Para Alumni 212 akan kembali membuat gerakan seperti aksi Bela Islam yang dilakukan untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Poernama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.
"Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi maka kita akan bikin perlawanan. Jihad Konstitusional," tegas Sambo.
Kelompok ini berjanji akan menggalang kekuatan umat Islam di seluruh Indonesia dengan aksi Bela Ulama. Dalam aksi ini mereka akan mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan menuntut mundur Jokowi.
"Menuntut mundur Jokowi dari jabatan presiden karena sudah melanggar sumpahnya sebagai presiden RI untuk menegakkan hukum," tambah Sambo.
Aksi ini akan digelar setelah bulan Ramadan yang diikuti oleh jutaan umat Islam.
Sebelum melakukan aksi tersebut, para alumni 212 akan melakukan tabligh akbar, istighasah, zikir, di seluruh Indonesia. Aksi ini akan dimulai sejak Jumat pekan ini di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
"Setelah ini kita bikin bikin long march ke Komnas HAM, mulai Ashar sampai Maghrib ada tabligh akbar," jelas Sambo.
Jumat selanjutnya akan digelar acara serupa di Masjid Istiqlal. Menurut Sambo, gerakan ini akan sebesar aksi 212.
Mereka juga meminta Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasi bahwa Jokowi telah melakukan pelanggaran berat sistematis dan terstrukutr kepada ulama dan HTI.
Hasil rekomendasi Komnas HAM akan dibawa ke DPR. Mereka mendesak DPR untuk melakukan sidang istimewa untuk melengserkan Jokowi.
Mereka juga akan membawa hasil rekomendasi Komnas HAM ke Organisasi Kerjasama Negara-negara Islam (OKI) terutama lembaga HAM.
"Kita juga bawa ke pengadilan internasional untuk menyelidiki dan mengadili kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Joko Widodo," ungkap Sambo.
Mengenai kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia, para alumni 212 siap mengumpulkan satu juta orang untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq di bandara Soekarno- Hatta.
"Kami akan bilang, Habib, umat sudah siap, silahkan kalau habib mau pulang," tambah Sambo.
Namun mereka berharap Jokowi bisa menginstruksikan anak buahnya untuk mencabut semua proses hukum terhadap para ulama.
Wah Apa Benar ini Pak Amien Rais Dapat Uang Hasil Korupsi !!!

Wah Apa Benar ini Pak Amien Rais Dapat Uang Hasil Korupsi !!!


Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, terbukti menyalahgunakan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai perbuatan Siti menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6,1 miliar. Dalam surat tuntutan jaksa, sejumlah uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta juga mengalir ke rekening mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung. Ia juga meminta agar kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa.


Awalnya, pada September 2005, Siti beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki merupakan adik ipar dari mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap Partai Amanat Nasional (PAN).

Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah.

"Terdakwa sendiri menjadi menteri karena diusung oleh Ormas Muhammadiyah yang kadernya banyak menjadi pengurus PAN pada saat itu," kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Berdasarkan surat tuntutan jaksa, Nuki Syahrun memerintahkan Sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah. Salah satunya adalah Amien Rais.
Menurut jaksa KPK, rekening Amien Rais enam kali menerima transfer uang. Setiap kali transfer, Amien menerima Rp 100 juta.

Rekening Amien Rais tercatat pertama kali menerima pada 15 Januari 2007. Amien Rais terakhir menerima pada 2 November 2007.


Sumber :Kompas.com